BANYUWANGI, XTRENS.com – Pengungkapan dugaan praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Kabupaten Jember oleh tim Bareskrim Polri dalam beberapa waktu terakhir kini mulai menjadi perhatian publik di Kabupaten Banyuwangi.
Sejumlah informasi yang beredar di lapangan menyebutkan adanya penghentian sementara pengiriman BBM ke beberapa SPBU di wilayah Banyuwangi, di antaranya SPBU Kalibaru, Curahtangi, Tegalyasan, dan Sumbersari.
Informasi yang dihimpun awak media menyebutkan, penghentian pasokan tersebut memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Salah satunya terkait dugaan adanya pengawasan khusus terhadap distribusi BBM bersubsidi pasca terbongkarnya dugaan jaringan penyalahgunaan BBM di Jember.
Kasus yang tengah ditangani Bareskrim Polri di Jember sendiri menjadi sorotan nasional setelah aparat melakukan penggerebekan terhadap gudang yang diduga menjadi lokasi penimbunan BBM ilegal. Sejumlah orang diamankan dan proses penyidikan masih terus berlangsung. Polda Jawa Timur menegaskan bahwa penanganan perkara tersebut berada di bawah kewenangan Bareskrim Polri.
Sebelumnya, dugaan penyalahgunaan distribusi BBM subsidi juga ditemukan pada salah satu SPBU di Jember. BPH Migas bersama aparat penegak hukum menemukan adanya ketidaksesuaian antara volume pasokan BBM yang masuk dengan data penjualan harian, sehingga SPBU tersebut sempat disegel untuk kepentingan penyelidikan.
Kondisi tersebut kini memunculkan pertanyaan di Banyuwangi. Sejumlah sumber menyebut adanya indikasi pemeriksaan dan evaluasi distribusi BBM pada beberapa SPBU yang selama ini menjadi jalur penyaluran BBM subsidi. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina, BPH Migas maupun aparat penegak hukum terkait alasan penghentian pengiriman BBM ke sejumlah SPBU di Banyuwangi.
Pengamat energi lokal menilai, apabila benar terjadi penghentian sementara distribusi, langkah tersebut bisa menjadi bagian dari proses verifikasi dan pengawasan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai aturan
"Masyarakat diharapkan tidak berspekulasi berlebihan dan menunggu penjelasan resmi dari pihak berwenang. Namun jika memang ada dugaan pelanggaran, tentu harus diusut secara transparan agar tidak merugikan masyarakat maupun negara," ujarnya.
Hingga kini, belum terdapat pernyataan resmi yang menghubungkan langsung penghentian pasokan BBM ke sejumlah SPBU di Banyuwangi dengan kasus yang sedang ditangani Bareskrim Polri di Jember. Namun berkembangnya informasi tersebut membuat publik menantikan klarifikasi dari instansi terkait guna menghindari munculnya keresahan di masyarakat.
Redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak Pertamina Patra Niaga, pengelola SPBU terkait, serta aparat penegak hukum untuk memperoleh informasi yang berimbang.
(tim)

