Iklan

Iklan

,

Iklan

Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara Anugerahkan Gelar Dato' kepada Dua Tokoh Terbaik Masyarakat Batu Bara

xtrens
Jumat, 05 Juni 2026, 11:22 WIB Last Updated 2026-06-05T04:22:58Z
Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara menganugerahkan gelar adat



BATU BARA — Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara menganugerahkan gelar adat kepada dua tokoh terbaik dalam prosesi yang digelar di Pantai Jono, Kuala Tanjung, Kamis 4/6/2026. Prosesi ini bertepatan dengan 17 Zulhijjah 1447 Hijriah dan menjadi rangkaian dari pelantikan pengurus Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara periode 2026–2031.


Dua penerima gelar adat tersebut adalah Abdul Kholid Zailani yang dianugerahi gelar (Dato' Panglima Askar Diraja) dan Mislan Bin Arisum yang menerima gelar (Dato' Bentara Sabda). Penganugerahan dilakukan langsung oleh Ketua Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara OK Khairul Amri bergelar Dato' Setiawangsa II, bersama Dato' Seri Gahara dari Kedatukan Lima Puluh, Dato' Tanjung Limau Purut / Muhammad  Yusuf, dan Dato' Panglima Hitam Setia Diraja / Ok Muhammad Rachel, Prosesi disaksikan Dewan Pakar Budaya OK Zulfani Anhar dan Sekretaris Majelis Raisha Ramadhan.


Panitia pelantikan menyebutkan, pemberian gelar adat telah melalui proses musyawarah para pemangku sembilan kedatukan di Batu Bara dan kajian Dewan Pakar Budaya. Dalam tradisi Melayu Batu Bara, gelar (Dato' Panglima Askar Diraja) diberikan kepada tokoh yang dinilai berperan menjaga marwah adat, sementara gelar (Dato' Bentara Sabda) diamanahkan kepada sosok yang dianggap mampu menyampaikan dan merawat pesan-pesan adat di tengah masyarakat.


Prosesi berlangsung sesuai tata cara adat Melayu. Dimulai dengan pembacaan pertimbangan penganugerahan, pengucapan ikrar adat oleh penerima gelar, hingga penyematan tanda kehormatan. Abdul Kholid Zailani dan Mislan Bin Arisum hadir mengenakan busana teluk belanga, tanjak, kain songket, serta medali kehormatan.


Sekretaris Panitia, Raisha Ramadhan, menyampaikan bahwa gelar adat merupakan amanah kelembagaan. “Penerima gelar diharapkan dapat membantu Majelis Kedatukan dalam menjalankan fungsi pelestarian adat dan budaya Melayu, serta menjadi teladan di masyarakat,” ujarnya. Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara dibentuk sebagai wadah yang menaungi sembilan kedatukan: Lima Puluh, Pesisir, Lima Laras, Bogak, Tanjung Kasau, Sipare-pare, Pagurawan, Tanjung Limau Purut, dan Tanah Datar.


(R Ramadhan)

Iklan