Iklan

Iklan

,

Iklan

Zuriat Sembilan Kedatukan Temui DPRD, Perda Adat Segera Dirancang

xtrens
Rabu, 06 Mei 2026, 00:44 WIB Last Updated 2026-05-05T17:44:38Z
Silaturahmi adat berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Batu Bara


BATU BARA – Silaturahmi adat berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Batu Bara, Selasa (05/05/2026). Ketua DPRD M. Safi’i, S.H. dari PDIP bersama anggota DPRD Nafiar dari Golkar menyambut 12 pengurus Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara yang dipimpin Datuk Setiawangsa II. Pertemuan ini jadi tindak lanjut komunikasi majelis dengan Wakil Ketua II DPRD Rodial dari PKS.


Wakil Sekretaris Majelis, Raisha Ramadhan, menegaskan majelis hadir sebagai rumah besar zuriat sembilan kedatukan di Tanah Bertuah. Ia menyampaikan tiga poin ke DPRD: pertama memperkenalkan sejarah dan tujuan majelis; kedua mendorong lahirnya Perda yang menguatkan posisi majelis, ketiga meminta dukungan sekretariat menjelang pelantikan pengurus. “Kami ingin adat tidak sekadar cerita, tapi hidup dan dilindungi aturan,” Kata Raisha.


Ketua DPRD M. Safi’i yang juga Ketua MABMI Batu Bara menilai langkah para zuriat sejalan dengan upaya melestarikan jati diri daerah. Menurutnya, Batu Bara tak bisa dilepaskan dari sejarah sembilan kedatukan sebagai fondasi budaya.


Anggota DPRD Nafiar menambahkan, pihaknya telah mempelajari Perda serupa milik Pemko Batam sebagai acuan. “Draft-nya akan segera kami rancang. Ini penting agar majelis punya payung hukum,” ungkapnya.


Soal sekretariat, Safi’i menyatakan siap menjembatani komunikasi dengan Bupati Batu Bara. Ia juga menyarankan Majelis Kedatukan Melayu mengajukan surat pinjam pakai agar proses administrasi lebih cepat.


Silaturahmi adat berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Batu Bara


“Untuk para zuriat, kami yakin Bupati akan mendukung,” ujarnya. Turut hadir dalam pertemuan tersebut yakni Sekretaris Majelis Muhammad Rozali, Ketua Bidang Hukum Viktor Oktavianus, Ketua Laskar Diraja Muhammad Yusuf bersama Wakilnya Abdul Kholil dan anggota Laskar Ahmad, Datuk Zulham, Ok Muhammad Rachel, Datuk Ok Salman, Wan Elfin, dan Ok Abdul Latif.


Usai diskusi, pertemuan ditutup dengan makan siang bersama sebagai simbol kekeluargaan. Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara menargetkan, dengan adanya Perda dan sekretariat, gerakan pemajuan adat Melayu bisa lebih terstruktur dan bersinergi dengan Pemkab Batu Bara.


(R Ramadhan)

Iklan