JAKARTA — Isu mengenai adanya sayembara berhadiah bagi pihak yang menemukan praktik bahan bakar minyak (BBM) ilegal menjadi sorotan. Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Wartawan Fast Respon, Agus Flores, menyatakan kesiapan jajarannya untuk ikut berpartisipasi apabila informasi tersebut benar adanya.
Dalam keterangannya pada Selasa (7/4), Agus mengungkapkan bahwa pihaknya siap mengerahkan wartawan di berbagai daerah untuk melakukan investigasi lapangan terkait dugaan aktivitas BBM ilegal, khususnya di wilayah pertambangan.
Menurutnya, jika sayembara tersebut benar diselenggarakan oleh Partai Gerindra, maka perlu ada kejelasan terkait mekanisme serta kesiapan anggaran.
“Kalau memang benar ada sayembara, tentu harus dipastikan juga kesiapan pendanaannya. Wartawan kami siap turun langsung ke lapangan,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, jaringan Wartawan Fast Respon tersebar di seluruh Indonesia dan memiliki kemampuan untuk melakukan peliputan investigatif. Bahkan, ia menyebut potensi temuan bisa cukup besar jika dilakukan secara masif.
Agus juga memperkirakan, apabila dalam satu hari ditemukan puluhan hingga ratusan lokasi yang diduga terkait BBM ilegal, maka nilai bonus yang harus disiapkan penyelenggara bisa mencapai angka signifikan.
Selain itu, ia menyatakan akan menugaskan Sekretaris Jenderal organisasi, Herry Potter Imam Rahmad, untuk menyusun surat resmi kepada pihak terkait guna meminta kepastian mengenai program sayembara tersebut, termasuk sumber pendanaan dan mekanisme pemberian hadiah.
“Perlu ada kejelasan siapa yang bertanggung jawab atas pendanaan dan bagaimana sistemnya. Ini penting agar tidak menimbulkan polemik di kemudian hari,” tambahnya.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Partai Gerindra terkait kebenaran informasi sayembara tersebut.
(Red/FRN)


