Iklan

Iklan

,

Iklan

Pelatihan Pembuatan Tengkuluk teradisi Digelar, Upaya Lestarikan Budaya Melayu Deli Kota Medan

xtrens
Rabu, 27 Mei 2026, 00:20 WIB Last Updated 2026-05-26T17:20:08Z
Pelatihan Pembuatan Tengkuluk teradisi Digelar, Upaya Lestarikan Budaya Melayu Deli Kota Medan



MEDAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan menggelar pelatihan workshop pembuatan tengkuluk tradisi bagi generasi muda dan pelaku UMKM, sebagai upaya melestarikan warisan budaya Melayu Deli Kota Medan Medan yang mulai jarang dikenal.


Kegiatan ini pertama kali dilaksanakan secara resmi oleh Pemko Medan yang berlangsung di Aula Griya Hotel idiikuti 300 peserta dari berbagai komunitas seni, organisasi adat,sekolah, dan kelompok usaha kreatif. Selama pelatihan, peserta diajarkan langsung oleh pengarang dan perajin tengkuluk 

Dato Nurdin.SAg. di mulai dari pemilihan kain Songket, teknik melipat, hingga makna motif yang terkandung dalam setiap solekan pemakai tengkuluk.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan diwakili oleh Kabid Kebudayaan OK Zulfani Anhar mengatakan, tengkuluk bukan sekadar penutup kepala, melainkan identitas budaya Melayu yang memiliki nilai sejarah peradaban dan filosofi tinggi. 


“Tengkuluk adalah produk budaya asli Kota Medan yang harus kita jaga. Sesuai misi “untuk Medan yang Bertuah” Walikota Medan Bapak Rico Bayu Waas.

Melalui pelatihan ini, kami ingin anak muda tidak hanya bisa memakainya, tapi juga mampu memproduksinya agar ekonomi kreatif berbasis budaya bisa tumbuh,” ujarnya.


Salah satu peserta, Hilmawan mengaku baru pertama kali belajar membuat tengkuluk. Ia merasa bangga bisa mempelajari keterampilan seni tinggi yang selama ini hanya dilihat di media sosial. 


“Ternyata prosesnya detail dan penuh makna. Setelah ini saya mau coba buat dan akan saya produksi supaya tradisi ini tetap hidup,” katanya.


Selain praktik membuat tengkuluk, kegiatan juga diisi dengan dialog budaya oleh Budayawan Sumatera Utara Muhar Omtatok, 

tentang sejarah Tengkulok Melayu Deli dan perannya dalam acara dan ritus adat Diraja juga acara perkawinan serta penyambutan tamu kehormatan.


Dengan adanya workshop ini, diharapkan muncul lebih banyak perajin tengkuluk muda di Medan, sehingga produk budaya tersebut tidak hanya lestari tetapi juga memiliki nilai ekonomi kreatif berbasis Budaya.


(R Ramadhan)

Iklan