Iklan

Iklan

 
,

Iklan

Kisah Mantri Tanah dan Pengairan dan Ayahnya AF Tinggal di Pendopo Besuki

xtrens
Selasa, 11 Agustus 2026, 18:19 WIB Last Updated 2026-08-11T11:19:49Z

 


XRENS.com — Kisah Residen Besuki, dalam sejarah Besuki dikenal Residen Besuki, dibawahnya Para Bupati memimpin, Diantaranya Bupati Panarukan, Bupati Bondowoso dan Bupati Situbondo.


Sumber Musium di Amsterdam, yang dikenal Matri Polisi dan Mantri Tanah dan Pengairan.


Untuk Mantri Pengairan Kusman, masih ada namanya di Musium Belanda, kisah Kolonial Holandia di Besuki , tapi di Indonesia , nama Kusman Sudah dihilangkan.


Siapa Mantri Kusman itu, Dia adalah Kakeknya R.Mas MH Agus Rg Astrodiarjo SH,(AF) Pengacara sekaligus Ketum Fast Respon Se Indonesia , biasa disapa Agus Flores.


Mantri Kusman adalah Anak Dari R.Astrodiarjo Mojokerto (Mojopahit Cucu Brawijaya V) dan Rr.Moor.


Mantri Kusman, karena tidak memiliki Anak, di angkatlah anak dari Adik kandungnya RR.Herlina pernikahan dengan R.Sunyoto Hadinoto,, lahirlah putra bernama R.Kusnandar.


R.Kusndar masa kecil diangkat jadi Anak Mantri Kusman, sehingga dari kecil hingga dewasa dia tau persis Pendopo Besuki Tersebut, karena Sempat tinggal di Pendopo Besuki, sampai kamarnya pun diketahuinya kamarnya di ke kedua.


Kenapa Kusnandar tau, Karena sering Ayah angkatnya Mantri Kusman, memberi gaji Pegawainya di Pendopo itu.


Rumah Pendopo itu , Zaman Residen , Sudah ditinggalin Mantri Kusman, sebelum dibubarkan Residen , setelah itu ditinggalin Bupati.


Taman bermain Ayahnya Agus Flores (AF) di lapangan yang sekarang Jadi Alun alun.


Maka wajar bertahan Anaknya Kusnandar yakni Agus Flores , mau buat Acara Doa dan Shalawatan di lapangan Alun alun Besuki, Karena mengingat Tempat Bermain ayahnya masa kecil, 


DALAM SEJARAH 


Tahun 1919: Dalam catatan kepegawaian kolonial, tercatat tokoh lokal yang diangkat resmi sebagai Mantri Polisi di Besuki pada 21 Juni 1919.


Asal-usul Istilah: Kata "mantri" sendiri merupakan serapan dari bahasa Jawa Kuno/Sansekerta yang awalnya merujuk pada pangkat atau juru/ahli dalam birokrasi tradisional (seperti mantri ukur, mantri tanam atau pengairan), yang kemudian diadopsi oleh pemerintah kolonial Belanda untuk berbagai jabatan petugas lapangan, termasuk kepolisian dan kesehatan.


Residen Besuki memiki, wilayah daerah tingkat II Kabupaten Panarukan (dengan pusat pemerintahan dan ibu kota yang secara administratif bergeser ke wilayah Situbondo/Panarukan), 


Perubahan Nama: Kabupaten Panarukan secara resmi diubah namanya menjadi Kabupaten Situbondo berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 1972 pada masa kepemimpinan Bupati Achmad Tahir.


Posisi Besuki: Meskipun pada masa kolonial Belanda Besuki sempat menjadi pusat Keresidenan Besuki, pada era kemerdekaan dan pemilu tahun 1955 wilayah ini berstatus sebagai kawedanan/kecamatan di bawah pemerintah kabupaten wilayah setempat.

xtrens/AF

 

Iklan