Iklan

Iklan

 
,

Iklan

Meski Sudah Ditegur, Asap Pembakaran Tempurung Kelapa Masih Cemari Udara Warga

Sabtu, 08 Agustus 2026, 23:31 WIB Last Updated 2026-08-08T18:52:36Z


BANGGAI — Aktivitas pembakaran tempurung kelapa di area permukiman warga Desa Tomeang, Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai, kembali dikeluhkan masyarakat. Asap tebal yang muncul pada pagi hari dinilai mengganggu kenyamanan warga dan aktivitas siswa sekolah.

Keluhan tersebut terjadi pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 07.00 WITA. Lokasi pembakaran disebut berada tidak jauh dari Kantor Camat Nuhon serta kawasan permukiman warga.

Warga mengaku keberadaan asap cukup mengganggu, terutama pada pagi hari. Sejumlah warga menyebut pandangan menjadi terganggu, mata terasa pedih, dan pernapasan terasa tidak nyaman ketika berada di luar rumah.

Kondisi tersebut juga dikeluhkan karena terjadi pada saat anak-anak berangkat ke sekolah, khususnya siswa SD 1 Tomeang, serta ketika masyarakat mulai melakukan aktivitas pagi.

“Asapnya pekat, apalagi sekitar pukul 06.00 sampai 07.00 pagi. Anak-anak bisa batuk dan warga sekitar merasa tidak nyaman. Jalan depan SD hingga arah Kantor Desa Pakowa sempat terganggu pandangannya,” ujar seorang warga.

Menurut warga, Pemerintah Desa Tomeang sebelumnya telah beberapa kali memberikan imbauan dan teguran agar aktivitas pembakaran tidak dilakukan di lokasi yang berdekatan dengan permukiman, fasilitas pemerintahan, dan sekolah.

Namun, aktivitas pembakaran tersebut disebut masih kembali dilakukan.
“Sudah diimbau baik-baik dan sudah ditegur juga. Tapi masih ada yang membakar di situ. Padahal lokasinya dekat permukiman, kantor dan sekolah,” ungkap warga.

Masyarakat berharap pemerintah desa bersama pemerintah kecamatan dapat mengambil langkah tegas sekaligus mencari solusi agar aktivitas pembakaran tempurung kelapa tidak lagi mengganggu kualitas udara dan kenyamanan warga.

Warga juga berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik dengan memperhatikan kepentingan masyarakat sekitar, terutama keselamatan dan kenyamanan anak-anak yang beraktivitas di lingkungan sekolah.

Tim/xtrens

Iklan