Iklan

Iklan

,

Iklan

JMSI Kecam Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS, Minta Polisi Bongkar Aktor Intelektual

xtrens
Minggu, 15 Maret 2026, 09:39 WIB Last Updated 2026-03-15T02:39:05Z


Ketum JMSI Teguh Santosa mengecam keras tindakan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS)


JAKARTA — Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa mengecam keras tindakan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Ia menilai peristiwa tersebut bukan sekadar tindak kekerasan biasa, tetapi serangan serius terhadap nilai demokrasi dan penegakan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.


Teguh menegaskan bahwa para aktivis HAM bekerja untuk kepentingan publik dan negara. Karena itu, tindakan teror terhadap mereka sama saja dengan mengancam prinsip demokrasi yang dijamin konstitusi. "Tindakan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dari KontraS adalah serangan terhadap demokrasi itu sendiri," kata Teguh Santosa.


JMSI meminta aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Republik Indonesia (Polri), mengusut tuntas kasus tersebut hingga menemukan pelaku, motif, serta pihak yang berada di balik peristiwa itu. "Saya meminta aparat penegak hukum, khususnya Polri, memastikan pengusutan tuntas sampai ke aktor intelektual, bukan hanya pelaku penyerangan di lapangan," tegasnya.


Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 24 persen dan saat ini ditangani oleh tim dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). JMSI berharap penyelidikan berjalan cepat dan transparan agar publik mendapatkan kepastian hukum.


Serangan ini berpotensi menjadi ancaman serius terhadap keselamatan pembela hak asasi manusia di Indonesia. JMSI akan terus memantau perkembangan kasus ini dan mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut.


(R Ramadhan)

Iklan