Iklan

Iklan

 
,

Iklan

Satlantas Polres Majene Utamakan Edukasi, Tilang Manual Bukan Pilihan Utama

Selasa, 08 September 2026, 00:19 WIB Last Updated 2026-09-08T01:05:58Z

MAJENE — Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di jalan raya, Satlantas Polres Majene terus melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

Hal tersebut diketahui saat media ini mendatangi Satlantas Polres Majene, Senin, 7 September 2026. Kasatlantas Polres Majene, Iptu Bayu Okta Ratindra, S.Tr.K., M.Si., mengatakan pihaknya mengedepankan pendekatan persuasif dalam menangani berbagai pelanggaran lalu lintas.

Menurutnya, penegakan aturan lalu lintas tidak semata-mata dilakukan melalui tilang manual. Pendekatan kepada masyarakat melalui edukasi dan imbauan justru menjadi salah satu cara yang terus dikedepankan.
“Saya menerapkan bukan pada tilang manual, melainkan pendekatan secara persuasif kepada masyarakat,” ujar Iptu Bayu saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Ia mengatakan, pendekatan tersebut dinilai cukup berhasil. Masyarakat disebut lebih menerima arahan ketika diberikan pemahaman tanpa harus ditakut-takuti ataupun dilakukan dengan cara yang keras.
“Untuk tingkat keberhasilannya termasuk berhasil. Masyarakat sangat senang tanpa harus ditakuti maupun dikerasi,” katanya.

Meski demikian, Iptu Bayu mengakui pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Majene masih cukup banyak. Karena itu, pihaknya terus melakukan edukasi secara langsung maupun melalui berbagai media.

“Jumlah pelanggaran juga sangat banyak, namun upaya-upaya edukasi, baik di tingkat sekolah maupun masyarakat dan melalui media sosial, sering kami lakukan,” ucapnya.
Selain edukasi, personel Satlantas Polres Majene juga rutin melakukan patroli di sejumlah ruas jalan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan imbauan sekaligus mengatur arus lalu lintas, terutama pada waktu-waktu yang dianggap rawan terjadi pelanggaran maupun gangguan keamanan di jalan raya.

Patroli dilakukan mulai pagi hingga malam hari sebagai bagian dari upaya menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib.
Iptu Bayu menyebut, sejumlah pelanggaran yang masih sering ditemukan di antaranya berkaitan dengan penggunaan helm serta penggunaan knalpot yang tidak sesuai dengan spesifikasi kendaraan.

“Pelanggaran sangat relatif, terutama pada penggunaan helm dan knalpot brong yang tidak sesuai dengan spesifikasi kendaraan,” ungkapnya.

Ia berharap berbagai imbauan, patroli, dan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat. Menurutnya, keselamatan berlalu lintas tidak hanya bergantung pada tindakan kepolisian, tetapi juga kesadaran setiap pengguna jalan untuk mematuhi aturan.

“Dengan adanya berbagai imbauan dan edukasi, diharapkan masyarakat bisa taat dan sadar dalam berlalu lintas yang baik,” pungkasnya. [Yudha]

Iklan