Iklan

Iklan

 
,

Iklan

Retribusi Jalan, Fasilitas Rusak: Pengunjung Pertanyakan Kinerja Kepala Pasar Hewan Glenmore

xtrens
Jumat, 25 September 2026, 12:34 WIB Last Updated 2026-09-25T05:34:55Z

 

Foto : Kondisi Bangunan dan Fasilitas Pasar Hewan Glenmore, Kecamatan Glenmore.


XTRENS.com — Pengelolaan sarana dan prasarana di Pasar Hewan Glenmore, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, menjadi sorotan sejumlah pengunjung. Mereka mempertanyakan pemanfaatan hasil retribusi pasar yang selama ini rutin dipungut setiap kali aktivitas pasar berlangsung, jumat (25/9/2026) 


Keluhan tersebut muncul seiring kondisi fasilitas pasar yang dinilai kurang mendapat perhatian. Salah satu yang paling disorot adalah rusaknya atap bangunan parkir yang hingga kini belum terlihat adanya perbaikan.


Menurut sejumlah pengunjung, kondisi atap yang rusak parah berpotensi membahayakan keselamatan pengguna area parkir. Selain mengancam keselamatan, kerusakan tersebut juga dikhawatirkan dapat menyebabkan kerusakan kendaraan yang diparkir di bawahnya.


TR, salah seorang pengunjung Pasar Hewan Glenmore, mengaku heran dengan kondisi fasilitas yang terkesan dibiarkan rusak dalam waktu cukup lama. Padahal, kata dia, retribusi selalu dipungut setiap pasar hewan beroperasi.


“Setiap pasar buka, retribusi selalu ditarik. Namun fasilitas yang ada justru terlihat kurang terawat. Atap parkir yang rusak ini sudah cukup lama dan belum ada perbaikan,” ujarnya.


Menurut TR, pengelola pasar tidak cukup hanya menjalankan fungsi penarikan retribusi, tetapi juga harus memastikan fasilitas yang digunakan masyarakat dalam kondisi aman dan layak.


Ia meminta instansi terkait melakukan evaluasi terhadap pengelolaan Pasar Hewan Glenmore, termasuk penggunaan anggaran yang bersumber dari retribusi pasar.


Keluhan serupa disampaikan DD, pengunjung lainnya. Ia menilai kondisi fasilitas pasar yang rusak dan belum mendapatkan penanganan menimbulkan pertanyaan mengenai perhatian pengelola terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat.


“Kalau retribusi terus dipungut setiap pasar buka, masyarakat tentu berhak mempertanyakan ke mana hasil retribusi itu digunakan. Jangan sampai masyarakat hanya dibebani kewajiban membayar, sementara fasilitas yang mereka gunakan justru tidak mendapat perawatan yang layak,” tegas DD.


Menurutnya, transparansi pengelolaan retribusi perlu dilakukan agar masyarakat mengetahui sejauh mana dana yang dihimpun digunakan untuk pemeliharaan dan peningkatan fasilitas pasar.


DD juga mendesak pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan Pasar Hewan Glenmore. Ia berharap persoalan fasilitas yang rusak tidak menunggu hingga menimbulkan korban maupun kerugian yang lebih besar.


“Kami tidak menuntut yang berlebihan. Yang kami harapkan sederhana, yakni fasilitas yang aman, nyaman, dan sesuai dengan retribusi yang sudah dibayarkan masyarakat. Jika ada kerusakan yang berpotensi membahayakan pengunjung, seharusnya segera ditangani, bukan menunggu sampai terjadi korban atau kerugian yang lebih besar,” katanya.


Sorotan para pengunjung tersebut dinilai perlu menjadi perhatian pihak Koordinator Pasar Hewan Glenmore maupun dinas terkait. Selain menyangkut kenyamanan, kondisi fasilitas yang rusak juga berkaitan dengan aspek keselamatan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pasar.


Para pengunjung berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan evaluasi dan perbaikan fasilitas yang mengalami kerusakan. Mereka menilai pelayanan publik harus sejalan dengan kewajiban masyarakat dalam membayar retribusi yang dipungut secara rutin.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola Pasar Hewan Glenmore maupun koordinator pasar masih belum dapat dikonfirmasi. Upaya konfirmasi telah dilakukan guna memperoleh penjelasan terkait keluhan pengunjung dan kondisi fasilitas yang menjadi sorotan. Tim media masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak terkait untuk pemberitaan lanjutan.

(Tim)

Iklan