Iklan

Iklan

 
,

Iklan

Hadiri Pemasyhuran Sultan Langkat XV, Majelis Kedatukan Batu Bara Duduk Satu Meja

xtrens
Senin, 21 September 2026, 14:27 WIB Last Updated 2026-09-21T07:29:27Z
Foto : Kiri Ke Kanan (Tuan Abdurrahmansyah, Sultan Langkat Tuanku Ariefanda Abdul Djalil Rahmat Shah Al- Hajj dan Permaisuri, dan OK.Muhammad Rachel Gelar Datuk Panglima Hitam Setia Diraja)


LANGKAT — Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara menghadiri prosesi Pemasyhuran Sultan Langkat ke-XV, DYMM Tuanku Ariefanda Abdul Djalil Rahmat Shah Al-Hajj, yang berlangsung pada 19 September 2026. Kehadiran rombongan tersebut menambah khidmat suasana prosesi adat Melayu.


Rombongan Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara dipimpin Dato’ H. Khairul Amri bergelar Dato’ Setiawangsa II. Ia hadir bersama sejumlah pemangku adat, di antaranya Dato’ Zulham Efendi dari Zuriat Kedatukan Bogak, Dato’ OK Salman Alfarisi dari Kedatukan Pesisir, serta Tengku Ismed dari Kesultanan Tanjung Kasau.


Turut hadir Sekretaris Jenderal Majelis Tuan Rozali, Dewan Pakar OK. Muhammad Rachel, H. Dan anggota Majelis OK. Abdul Latief, dan Wan Afif. Kehadiran para tokoh tersebut mencerminkan dukungan serta penghormatan Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara terhadap prosesi adat Kesultanan Langkat.


Dalam pidato adatnya, Sultan Langkat ke-XV menyampaikan bahwa adat dan adab hendaknya diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, bukan hanya ditampilkan melalui simbol dan seremoni. Pesan tersebut menjadi salah satu pokok penting dalam rangkaian pemasyhuran.


Foto : Prosesi Makan Bersama Sultan Langkat


Usai prosesi, rombongan Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara mendapat kehormatan untuk mengikuti makan diraja bersama Sultan Langkat. Jamuan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus mempererat hubungan kekerabatan antara Kedatukan Melayu Batu Bara dan Kesultanan Langkat.


Hubungan kedua lembaga adat itu tidak terlepas dari kesamaan akar sejarah dan budaya Melayu Pesisir Timur Sumatera. Melalui kehadiran tersebut, Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara menegaskan komitmennya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan adat serta warisan budaya Melayu di Sumatera Utara.


(R Ramadhan)

Iklan