Iklan

Iklan

 
,

Iklan

Sat Reskrim Polres Tolitoli Sidak SPBU Sandana, Awasi Pengisian BBM Bersubsidi

Rabu, 12 Agustus 2026, 14:57 WIB Last Updated 2026-08-12T08:39:33Z



TOLITOLI — Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sandana menjadi perhatian serius Sat Reskrim Polres Tolitoli terkait antrean dan potensi penyalahgunaan penyaluran BBM bersubsidi.

Personel Sat Reskrim turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk menertibkan praktik pengisian BBM yang dinilai berpotensi tidak tepat sasaran.

Sidak dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Tolitoli, IPTU Stefi Yohanis Hurlatu, S.Tr.K., M.H., didampingi Kanit Tipidter Ipda Frangky dan Kanit Jatanras Aiptu Yohanes Pata Allo.

Dalam kegiatan tersebut, polisi menyisir kendaraan yang melakukan pengisian BBM, khususnya kendaraan yang diduga menggunakan tangki modifikasi maupun kendaraan yang melakukan pengisian berulang kali dan diduga berperan sebagai pelansir.

Kasat Reskrim Polres Tolitoli IPTU Stefi Yohanis Hurlatu mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolres Tolitoli dan akan dilakukan secara berkelanjutan di sejumlah SPBU.

“Hari ini sampai dengan seterusnya, sesuai arahan Kapolres Tolitoli, kami melakukan penyisiran di setiap SPBU. Hari ini operasi penertiban kami lakukan di SPBU Sandana, khususnya terkait antrean,” tegas Stefi saat dikonfirmasi di lokasi, Rabu 12/8/2026.

Menurutnya, penertiban dilakukan secara bertahap, mulai dari pemberian imbauan, teguran hingga penindakan apabila pelanggaran terus dilakukan secara berulang.

“Pertama imbauan, kedua teguran, ketiga penindakan. Terutama yang disinyalir sebagai pelansir dan melakukan pengisian berulang kali,” ujarnya.

Meski demikian, dalam sidak tersebut petugas belum menemukan kendaraan yang menggunakan tangki modifikasi.
“Hari ini belum ada yang kami temukan tangki modifikasi,” ungkapnya.

Stefi menegaskan, kendaraan dengan tangki modifikasi maupun kendaraan yang diduga melakukan pengisian BBM bersubsidi secara berulang tetap menjadi sasaran pengawasan kepolisian.

“Yang menjadi sasaran adalah tangki modifikasi dan kendaraan atau motor yang melakukan pengisian berulang kali,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat turut mengawasi penyaluran BBM bersubsidi. Jika menemukan dugaan penyalahgunaan, masyarakat diminta segera memberikan informasi kepada kepolisian agar dapat ditindaklanjuti.

“Kami berharap ada informasi dari masyarakat sehingga setiap laporan yang masuk bisa kami tindak lanjuti,” kata Stefi.
Sementara itu, salah seorang pembeli BBM bersubsidi, Arman, mengapresiasi langkah kepolisian melakukan penertiban di SPBU Sandana.

Menurutnya, kehadiran petugas di lapangan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan BBM untuk kebutuhan sehari-hari.

“Terima kasih atas operasi ini, sehingga kami tidak lagi melihat antrean panjang seperti sebelumnya,” ujar Arman.
Operasi tersebut menjadi langkah tegas kepolisian dalam mengawasi distribusi BBM bersubsidi di Kabupaten Tolitoli.

 Pengawasan akan terus dilakukan guna memastikan BBM bersubsidi dapat diterima masyarakat yang berhak serta mencegah praktik pengisian berulang dan penggunaan tangki modifikasi yang berpotensi merugikan masyarakat.

red

Iklan