TOLITOLI — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kabupaten Tolitoli terus melakukan berbagai kegiatan pembinaan bagi warga binaan, termasuk kegiatan keagamaan seperti pengajian yang rutin dilaksanakan di lingkungan lapas.
Kepala Lapas Kelas IIB Kabupaten Tolitoli, Mansyur Yunus Gafur, melalui bagian keamanan Lapas mengatakan, kegiatan keagamaan tersebut diikuti oleh seluruh warga binaan yang berada di dalam lapas.
“Dalam pelaksanaannya diikuti oleh seluruh napi yang ada di dalam lapas dan hasilnya berjalan efektif dan lancar,” ujarnya kepada media ini.
Ia menjelaskan, kasus yang paling banyak ditangani di Lapas Kelas IIB Tolitoli merupakan perkara pidana umum (Pidum), selain perkara narkoba. Para warga binaan juga diberikan berbagai pembinaan dan pelatihan sebagai bekal ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.
“Untuk bama atau bahan makanan di lapas ini lebih dibandingkan. Makanan kita saya rasa sudah tercukupi,” ucapnya.
Selain pembinaan keagamaan dan pelatihan, warga binaan yang mengikuti program asimilasi juga diberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan produktif, salah satunya di bidang perkebunan di lingkungan lapas.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan keterampilan dan pengetahuan kepada warga binaan sehingga setelah selesai menjalani masa pidana, mereka memiliki bekal untuk menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
“Untuk asimilasi, mereka dipekerjakan di lingkungan lapas untuk perkebunan, sehingga ketika mereka keluar, sudah memiliki keterampilan dan pengetahuan di tengah masyarakat,” jelasnya.
Pihak Lapas Kelas IIB Tolitoli berharap persoalan efisiensi anggaran dapat segera diselesaikan sehingga berbagai program dan kegiatan pembinaan bagi warga binaan dapat terus terlaksana dengan baik.
“Kami berharap efisiensi anggaran ini dapat selesai, sehingga banyak kegiatan di lapas bisa terlaksana dengan baik,” pungkasnya.
xtrens/AF


