LABUSEL — Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara memenuhi undangan dari Forum Keluarga Besar Kesultanan Kerajaan se-Sumatra (FKBKKS) untuk menghadiri kegiatan temu ramah yang diselenggarakan di Kesultanan Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, Minggu (28/06).
Kegiatan tersebut digelar sebagai wadah mempererat hubungan silaturahmi antarzuriat kesultanan dan kerajaan Melayu yang ada di Pulau Sumatra.
Dalam kegiatan tersebut, Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara mengutus tiga orang perwakilan, yaitu Ketua Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara OK Khairul Amri Bergelar Dato' Setiawangsa II, didampingi Wan Elfin Bergelar Dato' Seri Gahara Muda, serta OK Abdul Latif.
Kehadiran ketiga tokoh tersebut merupakan bentuk partisipasi aktif Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara dalam mendukung upaya pelestarian nilai-nilai adat, budaya, dan warisan Melayu di kawasan Sumatra.
Pertemuan yang diinisiasi oleh Forum Keluarga Besar Kesultanan Kerajaan se-Sumatra itu diharapkan menjadi sarana memperkuat komunikasi, mempererat persaudaraan, serta membangun sinergi antarlembaga adat dan zuriat kesultanan. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bertukar pandangan mengenai pelestarian adat istiadat dan budaya Melayu agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat hubungan kelembagaan dengan berbagai kesultanan dan kerajaan di Sumatra. Partisipasi dalam forum ini dinilai sejalan dengan komitmen majelis dalam menjaga marwah, nilai sejarah, serta identitas budaya Melayu yang diwariskan oleh para pendahulu.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara berharap hubungan antarlembaga adat semakin erat dan mampu melahirkan kerja sama yang berkelanjutan dalam bidang pelestarian budaya, pendidikan adat, serta penguatan nilai-nilai kebersamaan. Semangat silaturahmi yang terbangun diharapkan dapat menjadi fondasi untuk menjaga eksistensi warisan budaya Melayu bagi generasi yang akan datang.
(R Ramadhan)


