Iklan

Iklan

,

Iklan

Pasokan Listrik Sumatera Terputus Total, Perbaikan Dilakukan Bertahap Sejak Sore Hingga Malam

xtrens
Sabtu, 23 Mei 2026, 22:41 WIB Last Updated 2026-05-23T15:41:14Z
Listrik di Sumatera Padam


 

BATU BARA – Jaringan kelistrikan di Pulau Sumatera mengalami gangguan besar yang menyebabkan pemadaman menyeluruh pada Kamis (22/5) sore. Kejadian ini tercatat pertama kali dilaporkan sekitar pukul 14.25 WIB, di mana pasokan listrik langsung hilang di hampir seluruh wilayah mulai dari ujung utara hingga selatan pulau.


Berdasarkan data yang dihimpun, gangguan bermula dari sistem transmisi utama yang mengalami ketidakstabilan arus, sehingga sistem pengaman otomatis memutus aliran listrik untuk mencegah kerusakan yang lebih luas pada peralatan pembangkit dan jaringan.

 

Dampak yang ditimbulkan sangat terasa di berbagai sektor. Di kawasan industri, proses produksi harus dihentikan mendadak, berisiko merusak bahan baku dan alat produksi. Di perkotaan, aktivitas perkantoran dan layanan pemerintahan terhenti, sementara warga di perumahan harus bergantung pada penerangan darurat.


Rumah sakit dan fasilitas kesehatan menjadi prioritas utama, di mana generator cadangan segera diaktifkan untuk menjaga kelangsungan layanan medis dan peralatan penunjang nyawa pasien. Di jalanan, kepolisian turun tangan untuk mengatur lalu lintas yang semrawut akibat lampu pengatur lalu lintas mati.

 

Direksi perusahaan listrik mengeluarkan pernyataan resmi bahwa penanganan dilakukan dengan skala prioritas. “Pemulihan tidak bisa dilakukan serentak karena risiko beban berlebih. Kami mengembalikan pasokan secara bertahap mulai dari jalur utama, pusat pembangkit, baru kemudian ke wilayah distribusi,” jelas salah satu pejabat teknis. Ia juga menambahkan bahwa kondisi cuaca yang cukup panas dan beban puncak siang hari menjadi faktor yang perlu diperhitungkan agar pemulihan berjalan aman dan stabil. Hingga pukul 19.00 WIB, baru sekitar 40 persen wilayah yang mendapatkan kembali aliran listrik.

 

Di tengah proses perbaikan, muncul diskusi publik mengenai kesiapan infrastruktur ketenagalistrikan Sumatera. Beberapa pengamat energi mengingatkan perlunya peningkatan kapasitas dan diversifikasi sumber energi agar sistem tidak mudah terganggu oleh satu titik masalah saja.


Di sisi lain, masyarakat berharap transparansi lebih lanjut mengenai penyebab kejadian dan langkah pencegahan di masa depan agar tidak mengganggu aktivitas vital masyarakat yang sangat bergantung pada listrik sehari-hari.

 

Menjelang tengah malam, laporan terakhir menyebutkan pasokan listrik sudah kembali normal di sebagian besar wilayah, meski masih ada beberapa daerah pinggiran yang menunggu penyambungan akhir. Pihak terkait berjanji akan mengevaluasi seluruh sistem dan melakukan perbaikan menyeluruh pasca kejadian ini.


Kejadian 22 Mei ini menjadi pengingat penting akan peran vital pasokan energi bagi perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat Sumatera, serta tantangan menjaga keandalan sistem kelistrikan di wilayah yang luas ini.


(Red)

Iklan