Iklan

Iklan

,

Iklan

Bahasa dan Adat Satukan Batu Bara-Malaysia

xtrens
Jumat, 22 Mei 2026, 13:19 WIB Last Updated 2026-05-22T06:19:42Z
Hubungan Kabupaten Batu Bara dengan Malaysia


MEDAN – Hubungan Indonesia khususnya Kabupaten Batu Bara dengan Malaysia ditegaskan Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara sebagai ikatan persaudaraan serumpun, bukan hanya urusan diplomasi atau dagang. Ikatan itu lahir dari akar sejarah, bahasa, dan budaya yang sama dalam peradaban Melayu Nusantara.


Penegasan ini disampaikan usai menghadiri Wacana Bahasa dan Budaya serta pemutaran eksklusif film  Puteri Gunung Ledang di Grand Ballroom JW Marriott Hotel Medan, Kamis (21/5) malam.


Ketua Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara Dato’ Setiawangsa II bersama Dewan Pakar Ok Zulfan hadir langsung dalam acara tersebut. Keduanya mengamini pernyataan Konsul Jenderal Malaysia di Medan, Shahril Nizam Abdul Malek, yang menekankan tiga pilar penguat hubungan bilateral. “Hubungan ini tidak boleh hanya dibangun atas dasar perdagangan maupun investasi, tetapi harus diperkuat lewat bahasa, budaya, dan persaudaraan,” ujar Shahril. Ia merinci, bahasa menyatukan pikiran, budaya menyatukan perasaan, dan persaudaraan menyatukan masa depan.


Hubungan Kabupaten Batu Bara dengan Malaysia


Bagi Dato’ Setiawangsa II,  Puteri Gunung Ledang  lebih dari tontonan. Film itu dinilai sebagai cermin jati diri Melayu Nusantara yang sarat nilai cinta, pengorbanan, marwah, serta kesantunan berbahasa. “Bagi masyarakat Melayu pesisir Timur Sumatera, ini suluh yang menerangi siapa kita sebenarnya. Nilai-nilai itu bukan cerita lama, tapi hidup dalam keseharian kami,” tegasnya. Menurutnya, adat dan budi pekerti dalam film itu sama dengan yang diwariskan leluhur di Batu Bara.


Ok Zulfan menambahkan, globalisasi mengancam akar budaya serumpun jika tidak dijaga bersama. Ia menyoroti pesan Konjen Malaysia soal pentingnya menjaga adab. “Kita diajarkan tidak meninggikan suara, tetap santun meski menolak. Suara kita adalah bahasa kita, akar kita adalah budaya kita, dan arah kita adalah jati diri kita. Pesan ini sangat relevan untuk anak muda Batu Bara dan Malaysia,” kata Ok Zulfan.


Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara menilai pemutaran film itu sebagai diplomasi budaya yang nyata. Acara yang dihadiri budayawan, media, dan tokoh kedua negara tersebut jadi momentum mempererat masyarakat serumpun lewat bahasa dan adat. Majelis berkomitmen terus merawat warisan bersama agar tidak hilang tergerus zaman, terutama di kalangan generasi muda Batu Bara dan Malaysia.


(R Ramadhan)

Iklan