BATU BARA, — Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara mengeluarkan pernyataan yang mempertanyakan legitimasi Nizar sebagai Datok Pagurawan.
Mereka menyatakan bahwa Lam tidak berhak memberi gelar kedatukan secara juriat kepada Nizar, karena tidak ada hubungan darah atau sejarah yang kuat antara Nizar dengan Pagurawan.
Pertanyaan besar yang diajukan oleh Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara adalah, "Dimana rumah ayah dan atok Nizar, atau makam ayah dan atoknya?" Mereka mempertanyakan bagaimana mungkin seorang pemimpin kedatukan tidak pernah tinggal di tempat yang dipimpinnya.
Hal ini menimbulkan keraguan tentang keabsahan gelar Datok Pagurawan yang diberikan kepada Nizar.
Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara Tegas Bersikap Bahwa Nizar tidak ada hubungannya dengan Pagurawan.
Mereka menyatakan bahwa ini adalah bukti bahwa Nizar tidak memiliki hubungan yang kuat dengan Pagurawan, dan oleh karena itu, tidak layak menjadi Datok Pagurawan.
Pernyataan Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara ini menunjukkan bahwa mereka tidak mengakui Nizar sebagai Datok Pagurawan yang sah.
Mereka akan terus memperjuangkan keabsahan adat dan tradisi Melayu Batu Bara, dan memastikan bahwa gelar kedatukan hanya diberikan kepada orang yang benar-benar layak dan memiliki hubungan yang kuat dengan Pagurawan.
Kontroversi ini menunjukkan bahwa ada perbedaan pendapat yang signifikan dalam komunitas Melayu Batu Bara tentang keabsahan gelar Datok Pagurawan.
Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara berharap agar masyarakat dapat memahami dan mendukung upaya mereka dalam menjaga keabsahan adat dan tradisi Melayu Batu Bara.
(R Ramadhan)

