Iklan

Iklan

,

Iklan

Dato’ Mohd Zaki Bin Ahmad Mengajak Wangsa Melayu Bersatu dan Hindari Perpecahan

xtrens
Jumat, 09 Januari 2026, 12:59 WIB Last Updated 2026-01-09T06:18:16Z
Yang Dipertuan Dato’ Negeri Batu Bara, Dato’ Mohd Zaki Bin Ahmad, kembali mengajak seluruh wangsa Melayu, khususnya yang berada di Kabupaten Batu Bara, untuk mempererat hubungan persaudaraan dan menjaga persatuan agar tidak terjadi perpecahan.


BATU BARA  —  Yang Dipertuan, Masyarakat Melayu Kedatukan Negeri Batu Bara, (M2KNBB), Dato’ Mohd Zaki Bin Ahmad, kembali mengajak seluruh wangsa Melayu, khususnya yang berada di Kabupaten Batu Bara, untuk mempererat hubungan persaudaraan dan menjaga persatuan agar tidak terjadi perpecahan.


Ajakan tersebut disampaikan menyikapi dinamika dan berbagai persoalan yang belakangan muncul di lingkungan keluarga besar Melayu di Kabupaten Batu Bara. Menurut Dato’ Mohd Zaki, persatuan menjadi kunci utama dalam menjaga marwah dan keharmonisan adat serta budaya Melayu.


Ia menekankan bahwa proses penyatuan hendaknya digerakkan oleh perkumpulan-perkumpulan adat Melayu yang ada, dengan mengedepankan musyawarah dan perdamaian sebagai jalan keluar atas persoalan yang terjadi.


“Bukan niat untuk mencari atau memperbesar persoalan yang ada saat ini, namun sebagai masyarakat beradat Melayu, saya terpanggil untuk mengajak seluruh saudara agar kembali bersatu dan tidak terpecah belah,” ujar Dato’ Mohd Zaki kepada media ini, Jumat (9/1/2026) pagi.


Lebih lanjut, ia menyarankan agar para pemangku adat, tokoh masyarakat, serta seluruh perkumpulan adat Melayu dapat duduk bersama, berdialog secara terbuka, dan mencari solusi terbaik demi menjaga keutuhan keluarga besar Melayu di Kabupaten Batu Bara.


Dato’ Mohd Zaki juga menegaskan pentingnya menjadikan adat istiadat Melayu sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.


 Nilai-nilai yang telah diwariskan secara turun-temurun, menurutnya, harus terus dijaga dan dijadikan teladan guna memperkuat persatuan dan kesatuan.


“Baik Melayu yang berada di Kabupaten Batu Bara maupun di luar daerah, hendaknya tetap menjaga persatuan dengan berpegang teguh pada adat istiadat Melayu yang telah ada sejak zaman ke zaman,” tutupnya.

Iklan