BATU BARA, — SDN 03 Labuhan Ruku menjadi titik protes wali murid terhadap SPPG Yayasan Bhayangkari Polres Batu Bara, Senin (15/12).
Rapat yang dihadiri perwakilan SPPG, kepala sekolah, guru, dan wali murid membahas kekecewaan atas belum diterimanya jatah Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa. SPPG menjelaskan bahwa kuota penerima MBG untuk sekolah dasar dikurangi dari 3500 menjadi 3000 oleh BGN, menjadi alasan penundaan.
Kepala Sekolah SDN 03 menambahkan, "Kami merasa sedih ketika anak murid bertanya, 'Kapan jatah MBG kami, Bu? Sekolah depan sudah dapat, kami kapan?' Ini bisa merusak mental anak, padahal MBG dibuat Presiden Prabowo untuk membangun mental mereka."
Yang menambah ironi, lokasi SPPG dan sekolah yang sudah mendapat MBG sangat dekat dengan SDN 03.
Wali murid dan guru menuntut klarifikasi lebih transparan dan solusi segera, agar hak siswa tidak lagi tertunda. Mereka berharap pemerintah memperhatikan prioritas dan komitmen awal.
Situasi ini memunculkan pertanyaan tentang distribusi bantuan yang merata.
Pihak sekolah dan wali murid mendesak SPPG dan instansi terkait segera mengambil tindakan, demi kesejahteraan siswa SDN 03 Labuhan Ruku.
(R Ramadhan)

