SIBOLGA, — Ratusan warga korban banjir di wilayah Sibolga-Tapanuli Tengah melakukan aksi penjarahan di beberapa mini market pada Sabtu (29/11/2025).
Aksi tersebut dipicu oleh kekurangan makanan dan kebutuhan dasar lainnya yang dialami warga selama beberapa hari terakhir.
Kondisi pasca banjir yang masih sangat memprihatinkan, termasuk akses logistik yang terputus dan penanganan yang dinilai lambat, dianggap sebagai penyebab utama aksi penjarahan ini.
Banyak warga mengaku belum mendapatkan bantuan memadai sejak banjir besar melanda wilayah tersebut, sehingga mereka terpaksa mengambil tindakan drastis untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Hingga informasi ini diterbitkan, pihak terkait diharapkan segera menyalurkan bantuan darurat secara merata untuk mencegah situasi serupa terjadi kembali. Kebutuhan warga yang masih sangat mendesak, termasuk makanan, air bersih, dan obat-obatan, harus segera dipenuhi untuk menghindari eskalasi situasi.
Pemerintah dan organisasi kemanusiaan diharapkan dapat bekerja sama untuk menangani situasi ini dengan lebih efektif dan efisien. Bantuan kemanusiaan harus disalurkan secara transparan dan merata, sehingga warga yang terdampak dapat menerima bantuan yang mereka butuhkan.
(R Ramadhan)

