Iklan

Iklan

,

Iklan

Lenong Betawi Gempur Kampung Gunung Jombang

xtrens
Minggu, 02 November 2025, 07:46 WIB Last Updated 2025-11-02T00:46:14Z
Lenong Betawi Gempur Kampung Gunung Jombang


TANGERANG SELATAN, — Lapangan bulutangkis Kampung Gunung Jombang, Ciputat, Sabtu (1/11/2025) malam, berubah menjadi gedung teater rakyat. Bukan dengungan kok yang bersautan, melainkan gelak tawa, dialog jenaka, dan tepuk tangan riuh ratusan warga yang memecah kesunyian.


Sanggar Seni Patok sukses menggelar Roadshow Lenong Betawi bertajuk _"Hancurnya Manusia Serakah"_, membuktikan semangat regenerasi budaya masih kukuh di tengah gempuran globalisasi.


Pukul 20.00 WIB, panggung sederhana di pelataran lapangan itu pun menyala. Yang mencuri perhatian adalah wajah-wajah muda yang mendominasi panggung.


Para pemain seperti Andri, Barok, Agung, Abib, Pandi, Dika, Ibas, Ceok, Wira, Putra, Abi, Puput, Fika, Indah, Jeje, dan Malik. _dengan rata-rata usia 14 tahun ke atas dan masih berstatus pelajar_ membawakan lakon dengan energi yang membara. Dengan percaya diri, mereka memainkan dialog dan lawakan khas Betawi, menghidupkan panggung dari awal hingga akhir.


Dymas Herlambang, selaku pelatih senior dan pembuat naskah sanggar, di sela-sela acara menegaskan misi besar di balik pentas ini. "Ini adalah ikhtiar nyata kami untuk menarik minat pemuda-pemudi.


Di tengah gempuran budaya asing yang masif, kami membangun benteng dengan melestarikan seni budaya kita sendiri. Mereka inilah generasi penerus yang akan menjamin Lenong Betawi tak lekang oleh zaman," ujarnya penuh semangat.


Kekuatan pertunjukan ini semakin terasa dengan kehadiran Andriyansyah, salah satu pimpinan senior di sanggar, yang turut bermain. Keikutsertaannya bukan hanya memperkaya pementasan, tetapi juga menjadi bukti nyata adanya proses regenerasi dan bimbingan yang berkelanjutan di dalam sanggar.


Antusiasme masyarakat pun luar biasa. Ratusan warga dari berbagai usia memadati area lapangan, duduk lesehan, menyaksikan dengan antusias setiap adegan. Bahkan, ketua organisasi kepemudaan setempat, Rico Adzwar yang tak lain adalah Ketua _Oi Tangerang Selatan_, juga turut hadir dan larut dalam alur cerita.


"Ini luar biasa. Menyaksikan langsung energi dan kebanggaan anak-anak muda yang mementaskan Lenong, ini adalah bentuk kecintaan pada tanah air yang paling otentik. Mereka adalah agent of change dalam pelestarian budaya.


Perhatian dan dukungan dari semua pihak sangat mereka butuhkan," tutur Rico usai pertunjukan.


Lakon "Hancurnya Manusia Serakah" yang dipentaskan terasa sangat relevan. Melalui satire dan humor, naskah ini mengkritik tajam perilaku serakah dan eksploitatif yang marak terjadi di zaman modern, mengajak penonton berefleksi tanpa merasa digurui.


Dengan disambut meriah oleh ratusan warga, pentas di lapangan bulutangkis itu telah menjadi pernyataan tegas: seni tradisi tidak akan mati.


Di tangan generasi muda Sanggar Seni Patok, Lenong Betawi justru menemukan napas barunya, mengakar kuat di tengah komunitas dan siap menghadapi gempuran zaman.


(R Ramadhan)

Iklan