BATU BARA — Apresiasi yang minim dari Pemkab Batu Bara terhadap seniman musik di daerah tersebut memang menjadi sebuah keprihatinan.
Beberapa faktor yang menyebabkan hal ini terjadi, salah satunya adalah kurangnya pemahaman pemangku kebijakan tentang dinamika kesenian di Batu Bara.
Tidak dilibatkannya seniman Melayu pada pagelaran Pekan Seni Budaya Daerah (PSBD) Pemerhati kearifan lokal Sumut Djah Ahmad mengatakan Pemkab Batu Bara seharusnya lebih fokus pada pengembangan dan promosi kearifan lokal, seperti budaya Melayu Batu Bara, yang memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri, Ungkapnya.
Mengangkat kearifan lokal ini tidak hanya akan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan budaya, tetapi juga dapat menjadi daya tarik wisata dan meningkatkan ekonomi lokal, Namun, sayangnya, event kesenian yang saat ini dilaksanakan lebih cenderung mengarah pada parade antar etnis Sumatera Utara, yang seharusnya menjadi tanggung jawab Pemprovsu, Tambah Djah Ahmad.
Pemkab Batu Bara perlu lebih fokus pada pengembangan budaya lokal dan meningkatkan apresiasi terhadap seniman musik di daerah tersebut.
Dengan demikian, Warisan Budaya Tak Benda khas Batu Bara dapat lebih dikenal dan dihargai, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan budaya lokal, Tutup Djah Ahmad.
(R Ramadhan)

