Iklan

Iklan

,

Iklan

Cuaca Ekstrem Melanda Sumatera Utara, BMKG Menguatkan Masyarakat untuk Waspada

xtrens
Kamis, 27 November 2025, 09:34 WIB Last Updated 2025-11-27T02:34:27Z
Cuaca Ekstrem Melanda Sumatera Utara, BMKG Menguatkan Masyarakat untuk Waspada
(Gambar Hanya Ilustrasi)


SUMUT, — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Utara telah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang yang melanda hampir seluruh wilayah Sumatera Utara pada 26-28 November 2025.


Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, longsor, dan gangguan aktivitas akibat cuaca ekstrem.


Pada Rabu, 26 November 2025, hujan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah kabupaten/kota seperti Padang Lawas Utara, Pakpak Bharat, Samosir, Serdang Bedagai, Simalungun, hingga wilayah pesisir timur seperti Asahan, Batubara, dan Deli Serdang. BMKG mengingatkan kondisi tersebut dapat disertai petir dan angin kencang yang meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.


Pada Kamis, 27 November 2025, potensi hujan lebat meluas hampir merata di Sumut, termasuk Medan, Binjai, Tebing Tinggi, Pematangsiantar, Tanjungbalai, dan sejumlah wilayah lain di pantai timur maupun dataran tinggi Karo dan sekitarnya.



Secara nasional, BMKG sebelumnya sudah menempatkan Sumut dalam kategori waspada hingga awas cuaca ekstrem akibat pengaruh fenomena atmosfer seperti Indian Ocean Dipole negatif dan sistem tekanan rendah di sekitar Selat Malaka.


Puncak peringatan terjadi Jumat, 28 November 2025, ketika daftar wilayah terdampak semakin panjang, mencakup Toba, Kota Medan, Tebing Tinggi, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Mandailing Natal, Nias dan Nias Selatan, hingga Humbang Hasundutan dan Kota Gunungsitoli. 



BMKG menyebut cuaca ekstrem ini masih berpotensi berlangsung hingga akhir pekan sehingga warga diminta waspada terhadap genangan, banjir bandang, longsor, pohon tumbang, serta gangguan transportasi darat maupun penyeberangan.



BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah terdampak untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di daerah rawan banjir dan longsor.



Warga disarankan mengurangi aktivitas luar ruang saat hujan lebat disertai petir, menjauhi pohon besar serta baliho, memantau informasi resmi BMKG dan segera melapor ke aparat jika terjadi bencana.


(R Ramadhan)

Iklan