Iklan

Iklan

,

Iklan

Boat Jaring Gembung Tenggelam di Perairan Tanjung Tiram, Satu ABK Masih Dalam Pencarian

xtrens
Senin, 24 November 2025, 09:34 WIB Last Updated 2025-11-24T02:34:34Z
Sebuah boat jaring gembung milik nelayan Tanjung Tiram dilaporkan tenggelam di perairan Kuala Tanjung Tiram, tepatnya di kawasan Biruk Merah



BATU BARA  — Sebuah boat jaring gembung milik nelayan Tanjung Tiram dilaporkan tenggelam di perairan Kuala Tanjung Tiram, tepatnya di kawasan Biruk Merah, pada Minggu (23/11/2025) sekitar pukul 16.00 WIB.


Kapal tersebut diketahui merupakan jenis boat jaring gembung milik seorang warga bernama Ismail yang berdomisili di Lingkungan Vll, Kelurahan Labuhan Ruku, Kabupaten Batu Bara.


Berdasarkan informasi yang diperoleh, kapal tersebut mengangkut 10 orang Anak Buah Kapal (ABK). Dari jumlah tersebut, sebanyak 9 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, masing-masing:


1. Iwan Romo (Tekong/Nakhoda)


2. M. Yunus


3. Bahadur


4. Rahman


5. Irwansyah


6. Ridho


7. Asnan


8. Ucok


9. Zainal Ajo


Sementara itu, 1 orang ABK atas nama Ucok Mukhlis ( 65 ) warga Linkungan lll Kelurahan Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi, dilaporkan masih hilang dan belum ditemukan hingga berita ini diterbitkan.


Personel Polairud Tanjung Tiram bersama petugas Pos AL Tanjung Tiram dan Tim SAR BPBD Kabupaten Batu Bara telah melakukan langkah awal berupa koordinasi dengan pemilik kapal serta ABK yang berhasil selamat.


Selain itu, tim gabungan juga telah melakukan penyisiran dan pencarian di area pesisir sekitar lokasi kejadian. Namun hingga sore hari, korban yang hilang belum ditemukan.


Rencananya, upaya pencarian akan kembali dilanjutkan siang ini dengan memperluas area penyisiran, baik melalui jalur laut maupun pantai, melibatkan unsur maritim serta masyarakat nelayan setempat.


Peristiwa tenggelamnya boat nelayan ini menjadi perhatian masyarakat pesisir Batu Bara, terutama mengingat kondisi cuaca laut yang dalam beberapa hari terakhir dilaporkan tidak stabil.


Hingga kini pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, agar lebih berhati-hati saat melaut dan memastikan kondisi kapal serta cuaca sebelum berangkat.


Dengan terjadinya peristiwa pada Minggu 23 November 2025 sekitar pukul 16.00 WIB, menambah deretan panjang kapal nelayan yang karam sebulan terakhir di perairan Kabupaten Batu Bara.


Iklan