Iklan

Iklan

,

Iklan

Banjir dan Longsor Melanda Sumatera Utara: 37 Jiwa Tewas, 52 Hilang, 12 Daerah Terparah

xtrens
Kamis, 27 November 2025, 19:47 WIB Last Updated 2025-11-27T12:47:44Z

 

Banjir dan Longsor Melanda Sumatera Utara: 37 Jiwa Tewas, 52 Hilang, 12 Daerah Terparah


MEDAN, — Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor akibat hujan deras yang mengguyur sejak 24 November telah menewaskan 37 orang di Sumatera Utara, dengan 52 lainnya masih hilang hingga update terbaru per 27 November, (27/11).



Sebanyak 11 hingga 12 kabupaten/kota terdampak parah, memaksa ribuan warga mengungsi dan memicu status tanggap darurat di tiga wilayah utama. Polda Sumut dan BPBD terus mengerahkan ribuan personel untuk evakuasi, meski akses terhambat longsor susulan.



Wilayah paling terdampak mencakup Tapanuli Selatan sebagai pusat bencana dengan 12 hingga 17 korban jiwa, diikuti Kota Sibolga (5-8 tewas, 4 hilang), Tapanuli Tengah (4 jiwa), Humbang Hasundutan (4 jiwa), serta Pakpak Bharat (2 jiwa). Daerah lain seperti Mandailing Natal, Nias Selatan, Tapanuli Utara, dan Serdang Bedagai juga melaporkan korban serta kerusakan infrastruktur, dengan total 148 hingga 221 kejadian bencana tercatat.


Banjir dan Longsor Melanda Sumatera Utara: 37 Jiwa Tewas, 52 Hilang, 12 Daerah Terparah


BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang berlanjut hingga malam ini pukul 19:00 WIB, dengan suhu 17-31°C di wilayah rawan seperti Samosir dan Nias Utara. Korban terparah di Tapanuli Selatan mencapai 49 orang secara keseluruhan, termasuk luka-luka, sementara banjir di Medan mulai surut namun beberapa titik masih terendam.


Kapolda Sumut menegaskan 1.000 personel dikerahkan untuk pencarian, sementara BNPB koordinasi bantuan logistik. Gubernur Sumut mendesak warga di daerah berbukit waspada longsor susulan, dengan total pengungsi mencapai ribuan jiwa.


(R Ramadhan)

Iklan