![]() |
| Presiden Prabowo saat memimpin rapat kabinet di Istana Negara (dok) |
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan untuk menindak tegas berbagai pelanggaran di sektor pertambangan tanpa pandang bulu. Hal tersebut disampaikan dalam rapat kabinet yang berlangsung di Istana Negara, Rabu (8/4), di hadapan para menteri dan jajaran kepolisian.
Dalam arahannya, Presiden menekankan bahwa tidak ada lagi toleransi bagi pihak-pihak yang terlibat dalam praktik ilegal, termasuk para pelaku usaha tambang, maupun individu yang memiliki kedekatan atau pengaruh tertentu.
“Tidak ada kasihan sekarang. Mau pemain tambang, keluarga, kerabat, orang besar, sikat habis,” tegas Presiden di hadapan peserta rapat.
Selain itu, Presiden juga memberikan ultimatum kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia serta Menteri Kehutanan untuk segera menyampaikan laporan yang akurat dan transparan terkait kondisi di lapangan.
Presiden menetapkan batas waktu satu minggu bagi kedua kementerian tersebut untuk menyerahkan laporan yang diminta.
“Saya berikan waktu satu minggu ini laporannya,” ujar Presiden kepada Menteri ESDM.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah akan memperketat pengawasan serta penegakan hukum di sektor sumber daya alam, khususnya pertambangan, yang selama ini kerap menjadi sorotan publik.
Pemerintah juga menegaskan pentingnya akuntabilitas dan keterbukaan dalam pengelolaan sumber daya negara guna mencegah praktik penyimpangan.
(Fast Respon Counter Polri)

