Sumbar — PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) membangun kembali SDN 49 Batang Kabung, Kota Padang, Sumatra Barat, serta membuka posko layanan pengobatan gratis bagi warga terdampak banjir bandang, Selasa (24/02/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari dukungan pemulihan sektor pendidikan dan kesehatan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada Desember lalu.
Pembangunan sekolah dilakukan di atas lahan seluas 1.000 meter persegi milik Pemerintah Kota Padang agar proses belajar mengajar ratusan siswa yang sempat terhenti dapat kembali berlangsung aman dan layak.
Secara paralel, Inalum menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu di sekitar wilayah terdampak guna mempercepat pemulihan sosial dan kesehatan warga.Anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, mengapresiasi keterlibatan BUMN tersebut dalam membantu masyarakat pascabencana.
“Ini adalah bentuk nyata kehadiran BUMN untuk rakyat. Kolaborasi seperti ini sangat penting agar proses pemulihan pascabencana berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan pers.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyatakan dukungan berbagai pihak, termasuk Inalum, berperan penting dalam percepatan pemulihan sektor pendidikan di daerah terdampak. Menurutnya, sinergi pemerintah daerah dan BUMN menjadi kunci mempercepat normalisasi aktivitas belajar.
Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita, menegaskan pembangunan sekolah dan penyediaan layanan kesehatan gratis merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir di tengah masyarakat dalam situasi krisis.
“Pendidikan dan kesehatan adalah fondasi utama membangun masa depan bangsa. Kami ingin memastikan anak-anak kembali belajar dengan aman dan masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang layak,” katanya.
Secara regional, bencana hidrometeorologi di Sumatra turut mengganggu aktivitas belajar ratusan ribu siswa akibat kerusakan sekolah dan fasilitas pendukung. Kondisi ini menegaskan besarnya dampak bencana terhadap keberlangsungan pendidikan dan layanan dasar masyarakat di wilayah terdampak.
(red)

