Iklan

Iklan

,

Iklan

Solar Langka di Kalibaru, Warga Minta Pertamina dan Pengelola SPBU Beri Penjelasan

xtrens
Minggu, 14 Juni 2026, 10:41 WIB Last Updated 2026-06-14T03:41:13Z
Solar Langka di Kalibaru, Warga Minta Pertamina dan Pengelola SPBU Beri Penjelasan




BANYUWANGI, XTRENS.com – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar kembali menjadi sorotan masyarakat Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi. 


Dalam beberapa waktu terakhir, warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar di SPBU Kalibaru, bahkan stok kerap dilaporkan kosong.


Kondisi tersebut terjadi setelah adanya pengungkapan dugaan praktik mafia BBM oleh aparat penegak hukum di wilayah Kabupaten Jember. Sejak saat itu, beredar berbagai informasi dan perbincangan di tengah masyarakat terkait distribusi solar ke sejumlah SPBU, termasuk SPBU 54 684 21 Kalibaru.


Warga Kalibaru dan daerah sekitar mengaku kesulitan memperoleh solar untuk kebutuhan sehari-hari, baik untuk sektor transportasi maupun usaha yang bergantung pada bahan bakar tersebut. Akibatnya, aktivitas ekonomi masyarakat ikut terdampak.


"Sudah beberapa kali kami mencari solar, tetapi stok sering tidak tersedia. Kondisi ini sangat menyulitkan masyarakat yang memang membutuhkan solar untuk bekerja," ungkap salah seorang warga Kalibaru.


Di tengah kelangkaan tersebut, berkembang dugaan di masyarakat bahwa penghentian atau berkurangnya pasokan solar ke SPBU Kalibaru berkaitan dengan adanya indikasi pelanggaran dalam tata kelola distribusi BBM. Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi yang dapat memastikan kebenaran informasi tersebut.


Masyarakat berharap pihak terkait, baik pengelola SPBU, Pertamina maupun instansi yang berwenang, segera memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi yang semakin luas di tengah masyarakat.


"Jika memang ada persoalan administrasi atau dugaan pelanggaran, sebaiknya disampaikan secara terbuka. Jangan sampai masyarakat menjadi korban karena kesulitan mendapatkan solar," ujar warga lainnya.


Warga juga meminta agar distribusi solar bersubsidi dapat segera kembali normal sehingga kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha tidak terganggu. Selain itu, transparansi informasi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan sesuai aturan yang berlaku.


Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU Kalibaru maupun pihak terkait mengenai penyebab kosongnya stok solar di SPBU tersebut. 


Masyarakat berharap persoalan ini segera mendapatkan solusi agar tidak berdampak lebih luas terhadap aktivitas ekonomi warga Kalibaru dan sekitarnya.


(tim)

Iklan