Iklan

Iklan

,

Iklan

Ketum Perkumpulan Wartawan FRN Soroti Kasus Penganiayaan Terhadap Anggotanya, Nama "Reggy" Disorot

xtrens
Senin, 25 Mei 2026, 12:06 WIB Last Updated 2026-05-25T05:13:13Z

 

Kasus Penganiayaan yang dilakukan sekelompok orang terhadap Wartawan inisial AW,  (41) warga Kelurahan Ancol, Kecamatan Regol, Kota Bandung pada Minggu malam hari (17/5) berbuntut panjang.
Wartawan yang diduga telah menjadi korban Penganiayaan

JAKARTA —  Kasus Penganiayaan yang dilakukan sekelompok orang terhadap Wartawan inisial AW,  (41) warga Kelurahan Ancol, Kecamatan Regol, Kota Bandung pada Minggu malam hari (17/5) berbuntut panjang.


Wartawan yang telah mendapat tindak kekerasan fisik oleh Reggy, diduga salah satu dari jaringan Narkoba itu tak lain adalah anggota Agus Flores dari Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW-FRN) Counter Polri.


Peristiwa ini pun membuat banyak Spekulasi hingga menyeret adanya keterlibatan oknum Pejabat DPR RI, dari Partai Golkar.


Agus menduga para pelaku adalah anggota jaringan Mafia Hiburan Malam yang benang merah nya terkait dengan mantan Kapolsek Astana Anyar yang telah di tangkap Bareskrim dan di PTDH serta para pemasok narkoba ke FOX KTV Club Jl. Banceuy Bandung yang pernah di grebeg oleh BARESKRIM Polri pada tahun 2023, mereka adalah komplotan yang selama ini menguasai wilayah Bandung.



Dari keterangan anggotanya yang telah menjadi korban penganiayaan, Agus Flores menceritakan, awalnya ketika mantan istri korban yang bernama RR bersama teman-temannya datang kerumahnya, tetapi korban menyuruhnya pergi. RR tidak beranjak pergi melainkan duduk di sofa dan korban masuk ke dalam kamar.



Lalu, kurang lebih setengah jam, korban keluar kamar dan mengusirnya kembali dari rumahnya. Tetapi ada peristiwa dimana istri dari RN inisial LA mengambil video tanpa se-izin pemilik rumah yaitu AW, lalu AW memperingati untuk jangan mengambil video, karena mengambil video tanpa izin ada UU nya.


Namun karena mereka terus memancing amarah AW akhirnya AW terpancing keluar rumah dan merebut HP iPhone milik LA hingga iPhone nya terjatuh, di situ RN berucap kasar lagi mengatakan "anjing" sambil menarik baju korban AW hingga baju korban robek, dan korban pun melakukan perlawanan menangkis tangan RN dan pukulan RN, untuk membela diri.

Kondisi tubuh korban (foto/dok).


"Saya melawan, sambil saya pukul dan dia kembali memukul, saya kena bagian pipi kanan, bagian tangan hingga kaki dan bahu karena di keroyok oleh komplotan RN, LA dan RR. Saya mengalami luka di bagian Pipi, memar di bagian tangan kanan dan luka di bagian kaki sebelah kiri dan memar di bagian lain nya," jelas Agus menceritakan.


Atas peristiwa tersebut Ia pun melaporkan  tindak pidana Penganiayaan yang dialaminya ke Polsek Regol, Polresta Bandung guna pengusutan lebih lanjut, dengan nomor surat laporan LP/B/105/V/2026/SPKT/ POLSEK REGOL/18 Mei 2026.


Ia pun menjelaskan lebih lanjut dugaan penganiayaan tersebut bermula karena Ia telah membongkar salah satu jaringan Mafia yang ada di wilayah Bandung, yang menurutnya dijalankan oleh kelompok RN Cs yang masih keluarga dari mantan Menteri dan keluarga dari salah satu ketua legislatif di kota Bandung.


Kepada Ketua Umumnya, Agus Flores, AW menambahkan, jaringan RN cs termasuk jaringan besar di Bandung, benang merah nya nyambung ke Kompol Y mantan Kapolsek Astana, AKP EN mantan Kasat Narkoba Polres Karawang yang keduanya telah ditangkap Bareskrim dan diproses PTDH serta Kho HH pemilik gudang sabu di Lembang yang membunuh Letkol Purn. M Mubin mantan Dandim


"Kelompok mereka ini pemasok Narkoba ke tempat-tempat hiburan ekslusif di kota Bandung seperti yang berada di Jl. Banceuy, Pasir Kaliki dan Braga. Jaringannya setara SAMBO & Teddy Minahasa," papar Agus mewakili anggotanya yang telah menjadi korban penganiayaan. 

Laporan Polisi


"Jaringan RN cs itu, masih beroperasi kata AW, yaitu bossnya adalah Ko A, Ko C, Ko D, Ko An, Ko Y, Ko F, Ko Er dan ko Adr yang keduanya sudah ditangkap. Selain itu ada Ko W putra salah satu bandar judi di Kota Bandung yg pernah terlibat Narkotika. Kelompok ini yang mengendalikan Narkoba dari dalam Lapas Soekarno Hatta Banceuy dan sudah lama beroperasi. Diduga Ko A yang dikenal terafiliasi sebagai hubungannya sangat erat dengan 9 Pengusaha besar, sambung Agus.


Masih menurut penuturan AW, kepada Agus, Kelompok RN cs ini menjadikan rumahnya sebagai tempat kumpul. Dan info yang didapat bahwa saat ini RN berusaha untuk kabur keluar negeri bersama istrinya.


Namun mirisnya atas kejadian tersebut, lanjut Agus Flores, AW pun dilaporkan ke Polisi oleh RN, LA dan RR atas dugaan penganiayaan.


 Ia pun siap menghadapi laporan dari kelompok RN cs tersebut. "Saya siap hadapi mereka RN cs jaringan MAFIA LICIN di Bandung, kalo terbongkar disapu bersih akan ada ratusan anggota jaringan pengedar narkoba yang diangkut. Ya bayangkan saja, RN pernah mengakui kepada AW bahwa Ia jika menggunakan Sabu dalam seminggu bisa menghabiskan 5 gram sabu," tegasnya. Sedangkan info dari Aparat kepada AW bahwa jika 5 gram dalam seminggu itu namanya Penyalur dan Pengedar.


Sementara itu Ketum Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri Agus Flores yang terus mengikuti perkembangan kasus ini mengatakan dengan tegas, "Siapapun yang terlibat dalam jaringan narkoba akan disapu bersih ! Karena mereka itu telah merusak generasi bangsa. Tidak peduli siapapun backingnya, Kita sikat!" Tegasnya.


"Proses hukum itu para pelaku yang diduga jaringan narkoba disana, aparat jangan coba-coba bermain. Karena ini bisa menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan peredaran narkoba yang ada di Bandung dan sekitarnya," pinta Agus Flores.


Agus Flores yang juga seorang Advokat, dari Hercules Rosario Marsal menyebut sesuai perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menindak tegas dan membersihkan peredaran narkoba di wilayah Indonesia, organisasi Fast Respon Nusantara siap untuk mengawal dan turut terlibat dalam kegiatan pemberantasan narkoba. Khususnya di wilayah Jawa Barat ini yang telah menjadi atensi Bapak Kapolri.


" Anggota saya di Pukul dan di Keroyok kelompok banci,Gerbong Narkoba, silakan pakai daster, tunggu saja kalian dijemput Polisi, sampai menangis di jeruji besi," tegas Agus dengan wajah marah. 


Bahkan Ponakan Komandan BAIS TNI itu dengan tegas mengatakan , Mereka salah orang telah aniaya anggotanya. Ia mengingatkan agar  berhati hati, karena dirinya akan mengejar para pelaku meski sampai ke lubang tikus.

(AF)

Iklan